We're not alone, we're a lotSeems like a togetherness, whenever we're around
Those laughs and tears
And smiles and silences
And conversations
I can see you lie
Yes, you do
Between your words, I can see
I keep stare at you
Even when you stop your story
Before you realize
Before you catch me
No one see, but me
I stare at you
And wondering
Why are you lying?
Why lie?
I stare at you
And make sure
Hope it's not a lie
But it is
I stare at you
Then you see me back
You got that look
You know you trapped
I stare at you
Give you that look
Smile and smirk
Then gaze into something else
Pretend it's nothing
I know you know that I know you lie
I know you know that I see it
But why?
why lie?
Then I understand that it doesn't matter
I know, if you lie, it means like I, We, don't deserve to know,
or too hard to explain, or it's embarrassing for you,
or something else
I know you've been thinking of it
to not tell to anybody
to us
to me
But I can see you lie
And it's okay...
(This is a writing from March 2015 I just re-read from my 'sacred' book, and I think it's worth to post in here...)
Showing posts with label curhat. Show all posts
Showing posts with label curhat. Show all posts
August 19, 2015
June 12, 2015
'Good Eye'
Belakangan ini kemampuan dan mood
menulis gue benar-benar turun drastis. Sejak selesai nulis skripsi, untuk berhadapan dengan laptop pun gue enggan. Bosen. Sempet nganggur
berbulan-bulan juga laptop gue. Ditambah sambungan nirkabel di rumah gue udah
diputus sejak 5 bulan lalu. Makin nggak kepake laptop ini, makin nggak keurus
blog gue. Kangen sih, nulis lagi. Entah kenapa tangan gue jadi cepet pegel kalo
nulis di buku harian. Sekarang buku harian gue juga nganggur. Ada bagusnya,
sih. Itu tandanya gue lagi nggak galau atau mikirin banyak hal.
Walaupun nggak rutin nulis, tapi
kadang gue suka nyoret-nyoret buku harian. Kalo udah nggak bisa ngerangkai kata
lagi, bisa satu halaman gue abisin untuk nulis hanya dua atau tiga kata yang
saat itu benar-benar menggambarkan perasaan gue. Nggak tau kenapa dengan nulis
atau nyoret-nyoret gitu doang, semua perasaan dan pikiran gue tersalurkan
hingga membuat gue merasa agak lega setelahnya. Gue rasa itu cara gue
memulihkan diri gue dari beban pikiran, yang gue lakukan dari dulu sebelum ada
Ai. Sekarang udah ada Ai, juga kadang gue masih suka nulis.
Suka ngerasa malu juga sih,
sering bilang suka nulis tapi tulisannya kayaknya nggak pernah ada yang bagus. Gue
nulis emang bukan untuk gimana-gimana. Gue nulis sesuka gue, apa yang mau
gue tulis, apa yang gue rasain. Kalo lo pengacara (pengangguran banyak acara),
bener-bener nggak ada kerjaan ternggak-penting dari yang ternggak-penting untuk
perhatiin blog yang nggak penting ini, mungkin lo bisa nemuin perbedaan gaya
tulisan di beberapa postingan gue. Hahaha.
Terus gue menemukan cara lain
lagi untuk ‘berbicara’. Lewat foto. Udah lama gue menyukai dunia fotografi tapi
nggak terlalu berniat untuk menyeriusinya. Meski begitu, nggak mengurangi
langkah gue untuk tetap belajar. Di waktu senggang, gue sering scrolling
Instagram. Awalnya postingan gue random. Tapi sekarang, kok kayaknya nggak rapi
diliat di profil guenya. Jadi gue memutuskan untuk memosting foto yang
Instagram-able. Gue lebih suka foto-foto landscape, sih sebenernya. Akun Instagram
yang menginspirasi gue itu @amrazing, @pergidulu, @trinitytraveller, @felecool,
dan @kapsore. Sebenernya banyak yang foto landscape-nya bagus-bagus, tapi biar
nggak kebanyakan dan malah jadi bosen dan mainstream, gue mendingan follow segitu
aja. Setiap ada postingan baru dari mereka dan gue suka, selalu gue like. Yang paling
sering muncul itu postingan dari @felecool. Berdasarkan hasil stalking-an gue,
si @felecool ini berdomisili di Denmark. Foto-fotonya sebagian besar adalah
landscape. Gue selalu terkesima sama hasil capture-annya yang heavy-breathing
dengan warna-warna yang nggak berlebihan. Kan ada tuh yang suka di HDR-in hasil
fotonya. Nah si @felecool ini pas. Pas aja gitu. Trus kalo @kapsore, gue suka foto-fotonya yang ‘hidup’ walaupun
dengan warna-warna yang soft. By the way, @kapsore ini mengambil
gambar-gambarnya hanya dengan kamera iPhone-nya lho. Di situlah gue merasa gue
harus follow dia. How he can take those amazing pictures with just an iPhone
camera! Well, gue mengakui kualitas kamera iPhone itu memang bagus. Tapi rasanya,
kamera sebagus apapun, kalo nggak punya ‘good eye’, hasil fotonya yaaa biasa
aja. Nah, gue mencoba belajar untuk mendapatkan ‘good eye’ itu. Untuk @amrazing,
@pergidulu, sama @trinitytraveller pasti udah pada tau dong ya. Ngehits banget
gitu mereka. Hahaha.
Apa? Pengen stalking akun Instagram
gue?
November 11, 2010
yah, curhat...
minna-san, moshi-moshi!!!
haaaaah! sepertinya sudah berabad-abad tidak posting. dan memang sudah lama sekali. belum sempet, biasalah, orang sibuk (halah).
yak, jadi selama ini gue sibuk sama kuliah gue. dan karena (alhamdulillah) tugas-tugas mulai berkurang, gue dapet waktu luang lagi untuk nulis di blog. udah banyaaaaak banget yang mau gue share (pentingkah?). ya walaupun isinya cuma tulisan ecek-ecek yang kadang ga jelas dan ga nyambung, but i just wanna share it (hazek).
tentang kuliah gue (telat ga sih? biarlah)...
alhamdulillah, gue diterima di Universitas Negeri Jakarta lewat UMB. dan sekarang gue sedang mengarungi lautan Tata Boga. and if you wanna know, it was sooo complicated. rumit di sini maksudnya gue berada di antara dua keadaan. pertama, gue seneng soalnya gue dapet universitas negeri karena (alhamdulillah) itu merupakan perwujudan dari harapan orang tua gue. kedua, gue (awalnya) nggak terlalu suka sama jurusan yang gue pilih.
trus kenapa lo masukin jurusan itu ke list pilihan lo?
hahaha...
awalnya gue cuma mau menuh-menuhin list pilihan aja, trus buat jaga-jaga siapa tau gue keterima di universitas negeri. nggak taunya gue dapet pilihan terakhir itu...
selesai UAN, gue ikut berbagai tes masuk perguruan tinggi negeri. prioritas pilihan gue (selalu) Sastra Jepang atau Bahasa Jepang, lalu Sastra Inggris atau Bahasa Inggris. tapi ternyata susah juga ya, udah dicoba tiga kali ga dapet-dapet. selain dua jurusan itu gue nggak tau pilih apa lagi karena menurut gue, kemampuan, minat, dan bakat gue ada di jurusan itu. gue pilih lah (bisa dibilang asal-asalan) Pend. Tata Boga Universitas Negeri Jakarta waktu registrasi kartu peserta UMB. sebenernya sih niat buat masuk ke situ ada, tapi sedikit, amat sangat sedikit, dan nggak yakin juga (yakinnya masuk Bahasa Jepang UNJ). tapi ternyata Allah Menentukan jalan lain buat gue. dan pasti, PASTI ada manfaat dan tujuan tertentu kenapa gue harus menempuh jalan ini. gue hanya perlu menjalaninya dengan penuh rasa syukur dan hati yang ikhlas.
honest, awalnya gue amat sangat nggak betah. gue ngerasa itu bukan tempat gue, tempat gue di Sastra Jepang atau Inggris. gue bahkan pernah berpikir untuk mengundurkan diri dan mencoba lagi tahun depan. gue berangkat kuliah males-malesan, ngerjain tugas males-malesan, pokoknya nggak niat. apalagi semua mata kuliah mayoritas ke pelajaran IPA. basic gue IPS waktu SMA, dan logikanya, i shouldn't be there now. gue merasa jadi orang paling bodoh di kelas. tapi kenapa Pend. Tata Boga bisa dipilih oleh siswa dari IPA dan IPS?
well, gue mikir positif aja. toh gue beruntung bisa belajar dua-duanya, sains dan sosial. sosialnya udah, sekarang gantian sains-nya. malah bisa dapet skill memasak (amin). dan di semester pertama ini gue ada mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan. kayaknya cuma di mata kuliah itu doang gue bisa berkicau banyak, karena materinya emang nggak jauh beda sama apa yang dulu gue pelajari waktu SMA (padahal dulu gue amat sangat tidak suka PKN).
dan setelah gue jalanin, ternyata nggak seburuk yang gue bayangkan sebelum-sebelumnya. well, it's fun. really! walaupun akan membutuhkan kerja keras ekstra untuk mendapatkan sense-nya. karena sense gue masih di dua jurusan yang tersebut di atas itu (hehehe).
ya, pada akhirnya waktulah yang akan menjawab (klise). seperti yang gue bilang, gue hanya perlu menjalaninya dengan penuh rasa syukur dan hati yang ikhlas, serta pikiran yang positif. pasti jalan gue dimudahkan. dan yang terpenting, bisa menyenangkan hati orang tua.
pasti ada akhir yang baik di akhir kisah. jika keadaan belum baik, maka itu bukanlah akhir...
dalam lamunan gue mikir, kalo ternyata hal yang nggak gue inginkan pada akhirnya gue butuhkan, begitu sebaliknya...
dan soal impian gue untuk bisa ke Jepang, mungkin akan gue wujudkan lewat jalur ini...

atau mungkin nggak ke Jepang aja...
BISMILLAH!!!
haaaaah! sepertinya sudah berabad-abad tidak posting. dan memang sudah lama sekali. belum sempet, biasalah, orang sibuk (halah).
yak, jadi selama ini gue sibuk sama kuliah gue. dan karena (alhamdulillah) tugas-tugas mulai berkurang, gue dapet waktu luang lagi untuk nulis di blog. udah banyaaaaak banget yang mau gue share (pentingkah?). ya walaupun isinya cuma tulisan ecek-ecek yang kadang ga jelas dan ga nyambung, but i just wanna share it (hazek).
tentang kuliah gue (telat ga sih? biarlah)...
alhamdulillah, gue diterima di Universitas Negeri Jakarta lewat UMB. dan sekarang gue sedang mengarungi lautan Tata Boga. and if you wanna know, it was sooo complicated. rumit di sini maksudnya gue berada di antara dua keadaan. pertama, gue seneng soalnya gue dapet universitas negeri karena (alhamdulillah) itu merupakan perwujudan dari harapan orang tua gue. kedua, gue (awalnya) nggak terlalu suka sama jurusan yang gue pilih.
trus kenapa lo masukin jurusan itu ke list pilihan lo?
hahaha...
awalnya gue cuma mau menuh-menuhin list pilihan aja, trus buat jaga-jaga siapa tau gue keterima di universitas negeri. nggak taunya gue dapet pilihan terakhir itu...
selesai UAN, gue ikut berbagai tes masuk perguruan tinggi negeri. prioritas pilihan gue (selalu) Sastra Jepang atau Bahasa Jepang, lalu Sastra Inggris atau Bahasa Inggris. tapi ternyata susah juga ya, udah dicoba tiga kali ga dapet-dapet. selain dua jurusan itu gue nggak tau pilih apa lagi karena menurut gue, kemampuan, minat, dan bakat gue ada di jurusan itu. gue pilih lah (bisa dibilang asal-asalan) Pend. Tata Boga Universitas Negeri Jakarta waktu registrasi kartu peserta UMB. sebenernya sih niat buat masuk ke situ ada, tapi sedikit, amat sangat sedikit, dan nggak yakin juga (yakinnya masuk Bahasa Jepang UNJ). tapi ternyata Allah Menentukan jalan lain buat gue. dan pasti, PASTI ada manfaat dan tujuan tertentu kenapa gue harus menempuh jalan ini. gue hanya perlu menjalaninya dengan penuh rasa syukur dan hati yang ikhlas.
honest, awalnya gue amat sangat nggak betah. gue ngerasa itu bukan tempat gue, tempat gue di Sastra Jepang atau Inggris. gue bahkan pernah berpikir untuk mengundurkan diri dan mencoba lagi tahun depan. gue berangkat kuliah males-malesan, ngerjain tugas males-malesan, pokoknya nggak niat. apalagi semua mata kuliah mayoritas ke pelajaran IPA. basic gue IPS waktu SMA, dan logikanya, i shouldn't be there now. gue merasa jadi orang paling bodoh di kelas. tapi kenapa Pend. Tata Boga bisa dipilih oleh siswa dari IPA dan IPS?
well, gue mikir positif aja. toh gue beruntung bisa belajar dua-duanya, sains dan sosial. sosialnya udah, sekarang gantian sains-nya. malah bisa dapet skill memasak (amin). dan di semester pertama ini gue ada mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan. kayaknya cuma di mata kuliah itu doang gue bisa berkicau banyak, karena materinya emang nggak jauh beda sama apa yang dulu gue pelajari waktu SMA (padahal dulu gue amat sangat tidak suka PKN).
dan setelah gue jalanin, ternyata nggak seburuk yang gue bayangkan sebelum-sebelumnya. well, it's fun. really! walaupun akan membutuhkan kerja keras ekstra untuk mendapatkan sense-nya. karena sense gue masih di dua jurusan yang tersebut di atas itu (hehehe).
ya, pada akhirnya waktulah yang akan menjawab (klise). seperti yang gue bilang, gue hanya perlu menjalaninya dengan penuh rasa syukur dan hati yang ikhlas, serta pikiran yang positif. pasti jalan gue dimudahkan. dan yang terpenting, bisa menyenangkan hati orang tua.
pasti ada akhir yang baik di akhir kisah. jika keadaan belum baik, maka itu bukanlah akhir...
dalam lamunan gue mikir, kalo ternyata hal yang nggak gue inginkan pada akhirnya gue butuhkan, begitu sebaliknya...
dan soal impian gue untuk bisa ke Jepang, mungkin akan gue wujudkan lewat jalur ini...

atau mungkin nggak ke Jepang aja...
BISMILLAH!!!
Subscribe to:
Comments (Atom)